Nama
: Rezki Febri Ramadhan
Kelas : 3eb23
Npm : 27213530
A.
PENGERTIAN ALINEA
Paragraf
(Alenia) merupakan kumpulan suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi dan lebih
luas dari pada kalimat. Alenia merupakan kumpulan kalimat, tetapi kalimat yang
bukan sekedar berkumpul, melainkan berhubungan antara yang satu dengan yang
lain dalam suatu rangkaian yang membentuk suatu kalimat, dan juga bisa disebut
dengan penuangan ide penulis melalui kalimat atau kumpulan alimat yang satu
dengan yang lain yang berkaitan dan hanya memiliki suatu topic atau tema.
Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat. Alinea atau paragraf juga
di artikan sebagai penuangan ide atau gagasan penulis melalui kalimat atau
kumpulan kalimat yang satu dengan yang lain berkaitan dan hanya memiliki satu
topik atau tema.
Dalam
paragraf terkandung satu unit pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam
kalimat tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat
topic, dan kalimat penjelas sampai kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling
berkaitan dalam satu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan. Panjang pendeknya
suatu paragraph akan ditentukan oleh banyak sedikitnya gagasan pokok yang
diungkapkan. Bila segi-seginya banyak, memang layak kalau alenianya sedikit
lebih panjang, tetapi seandainya sedikit tentu cukup dengan beberapa kalimat
saja.
B.
JENIS PARAGRAF
Ø
Jenis Paragraf Berdasarkan Posisi Kalimat Topik :
a. Paragraf
Deduksi, Paragraf deduksi selalu mempunyai pikiran utama yang dinyatakan dalam kalimat utama yang terletak di awal
paragraf.
b. Paragraf
Induksi, paragraf ini selalu mempunyai pikiran utama yang dinyatakan dalam kalimatutama yang
terletak di akhir paragraf.
c. Paragraf
Campuran, merupakan gabungan paragraf deduksi dan paragraf induksi, sehingga
paragraf ini mempunyai pikiran utama yang dinyatakan dalam kalimat utama yang
terletak di awal dan di akhir paragraf.
Ø
Jenis Paragraf Menurut Sifat Isinya :
a. Paragraf
Narasi, paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sedemikian
rupa sehingga pembaca seolalah-olah mengalami sendiri kejadian yang diceritakan
itu.
b. Paragraf
Deskripsi, adalah paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan
terperinci.
c. Paragraf
Eksposisi, adalah paragraf yang
memaparkan suatu hal atau objek.
d. Paragraf
Argumentasi, adalah paragraf yang
bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat dengan data/fakta sebagai alasan
.
2. Macam-macam
alinea berdasarkan tujuannya
1.
Alinea Pembuka
Alinea
pembuka merupakan bagian dari sebuah wacana atau karangan yang paling pertama
kita temui. oleh karena situ, sebaiknya alinea pembuka itu disusun secara
menarik agar memunculkan rasa ingin tahu kepada para pembaca. Dalam alinea
pembuka sangat diharapkan dapat membimbing para pembaca untuk memasuki suatu
jalan cerita atau isi dari wacana atau dengan kata lain alinea pembuka ini
menyiapkan para pembaca untuk memasuki alinea isi. Rumusan alinea pembuka yang
baik akan menjadi pedoman untuk pengembangan karangan menuju tingkat
selanjutnya. Dengan pedoman itu maka akan tercapainya suatu kepaduan pada dalam
sebuah wacana atau karangan.
Dalam
karangan ilmiah, paragraf pembuka dapat berupa:
v Garis besar karangan dengan
menonjolkan bagian yang dipandang penting.
v Pemaparan isi dan maksud
judul karangan.
v Kutipan pendapat pakar pada
bidang ilmu yang bersangkutan.
v Sitiran dari suatu pendapat
v Pembatasan objek dan
subjeknya.
v Pemaparan arti penting
masalah yang akan dibicarakan.
v Gabungan dari beberapa cara
di atas.
2.
Alinea Isi
Alinea
isi merupakan suatu ide pokok beserta pengembangannya dalam sebuah wacana atau
karangan. Oleh karena itu, alinea isi merupakan bagian yang esensial dalam
suatu wacana atau karangan. Maksudnya adalah alinea isi menjelaskan dengan cara
menguraikan bagian-bagian ide pokok tersebut. Dalam menjelaskannya harus
disusun dengan berurutan dan sesuai dengan asas-asas penalaran yang masuk akal
atau logis.
Ada
beberapa pola penyusunan kalimat-kalimat yang menjadi sebuah paragraf isi yang
dapat dijadikan pedoman, yaitu :
A. Pola Urutan Waktu
Dalam
pola urutan waktu, penulis mengungkapkan gagasan-gagasannya secara kronologis.
Contoh:
1.
Secara Eksplisit
Maharani
Puspita Sari tidak hanya berfikir. Ia lantas mendiskusikan dengan guru atau
teman-temannya. Selanjutnya, ia pun mengadakan penelitian masalah kondisi tanah
di sekitar jalan tol. Akhirnya, remaja putri itu tercatat sebagai peseta lomba
Karya Ilmu Pengetahuan Remaja 1982 dan siswa kelas II IPA SMA Regina Pacis
(Bogor) itu tercatat sebagai pemenang harapan.
2.
Secara Implisit
Ketukan
tangan kecil di daun pintu sebuah rumah di pulau Mandangin, di malam buta
pertengahan Februari yang lalu membangunkan penghuninya. Seorang bocah berseru
dari luar memberi tahu, saat berangkat sudah tiba. Yang dipanggil bangkit dari
tidurnya, berkemas, dan turun ke pantai. Si bocah yang di pulau itu disebut
Kacong, berlalu kerumah lain untuk membangunkan yang lain pula, dan beberapa
waktu kemudian sebuah perahu dengan 18 awak meluncur ke tengah laut. Nelayan
pulau Mandangin turun mencari ikan. Besok siang mungkin mereka kembali ke darat
dengan tangkapan yang lumayan, tetapi boleh jadi pula ia pulang dengan hasil
yang nihil. Malam itu adalah melam mencari nafkah. Hari itu janji batas hutang
yang ditumpuk sampai ratusan ribu rupiah untuk setiap orang tengah ditunaikan.
B. Pola Runtutan Tingkat
Dalam
pola urutan tingkat, penulis mengungkapkan gagasan mulai dari tingkat terendah
sampai dengan yang tertinggi, dari kecil sampai dengan yang besar, dan
sebagainya. Contoh :
Meskipun
tingkat pembangunan suatu desa berbeda dari satu desa ke desa lainnya, dari
satu negara ke negara lainnya, akn tetapi ada suatu persamaan umum yang dapat
diterima. Pertama, pembangunan diharapkan dapat memenuhi harapan semua penduduk
. Kedua, pembangunan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan pendidikan, dan
pendapatan penduduk desa. Ketiga, dengan pembangunan desa diharapkan pendapatan
penduduk dapat menjadi kekuatan penggerak utama di dalam berbagai bentuk yang
positif. Keempat, pembangunan desa diharapkan pula dapat menjamin keselamatan
atau jaminan dimasa mendatang. Kelima, pembangunan desa diharapkan membuka
kesempatn memajukan karir masing-masing warga desa
C. Pola Urutan
Apresiatif
Pada
pola urutan apresiatif. Penulis mengungkapkan gagasannya berdasarkan, baik
buruk, untung rugi, salah benar, berguna tidak berguna, dan sebagainya. Contoh
:
Pernyataan
bahwa business adalah unsur dari peternakan sering ditentang oleh banyak orang.
Mereka bependapat bahwa dalam pertanian yang subsistence ataupun yang primitif
beternak bukanlah suatu business tetapi, suatu cara hidup, suatu way of life.
Pandangan ini bukan sering dikemukakan dengan tandas oleh banyak pejabat yang
bertanggung jawab atasa produksi pertanian. Mungkin benar bahwa fungsi farming
is way of life, sebab produksi dicampur aduk dengan konsumsi.,sebab usaha
pertaniannya dipaterikan dengan kepuasan hidup dalam masyarakat taninya. Tetapi
haruslah disadari pula pula selama tersangkut soal produksi, dan itulah
business. Untuk menerangkan hal ini baiklah diteliti keadaan petani-peternak
yang telah maju yang telah mengubah cara ‘primitif’ dengan cara ‘modern’.
Petani-peternak terlibat dan makin lama makin terlibat dalam usaha jual dan
beli. Menjual hasilnya yang berlebihan dan membeli alat-alat, serta bahan-
bahan yang diperlukan untuk produksi. Bahkan dalam keadaan subsistence, petani
yang maju tadi berpikir seperti pengusaha, sebagai businessmen, dan selalu
bertindak secara itu.
D. Pola Urutan Tempat
Dalam
pola urutan tempat, penulis mengungkapkan gagasannya mulai dari suatu tempat
ketempat lainnya, misalnya dari atas ke bawah, dari dalam ke luar, dari kiri ke
kanan, dan sebagainya. Urutan demikian dapat dikombinasikan dengan urutan
berdasarkan tingkat pentingnya suatu tempat, dari tempat yang terpenting ke
tempat yang penting sampai tempat yang kurang penting. Contoh :
Sebelum
perahu bertolak ketengah laut, Suhardi disibukkan oleh tugas membenahi semua
perlengkapan. Kalau tempat yang dituju sudah dicapai, dan jaring telah
ditebarkan, anak laki-laki sembilan tahun ini meloncat ke air bersama sepotong
bambu sepanjang tiga meter sebagai pelampung. Dia harus mencebur ke air waktu
malam hari sekali pun. Tugasnya saat ini adalah membetulkan payang (jaring),
atau menjaganya jangan tersangkut didalam air. Untuk itu, dia mengapung di laut
selama satu setengah atau dua jam. Dan kembali ke perahu berbarengan dengan
naiknya jaring.
E.
Pola
Urutan Klimaks
Pola
urutan klimaks ini hampir sama dengan pola urutan tingkat. Hanya saja, dalam
pola urutan klimaks ini terkandung adanya intensitas yang semakin menaik,
sedangkan dalam pola urutan tingkat tidak begitu ditonjolkan jadi, dalam pola
urutan klimaks, penulis mengungkapkan gagasannya dengan urutan yang setiap kali
semakin meningkat intensitasnya, dan berakhir pada gagasan yang paling intens. Contoh
:
Dalam
film terlihat seekor kera yang semula lincah akhirnya lumpuh, dan buta setelah
dicekoki obat mencret Entro Vioform, 6 butir setiap hari selama 2 minggu.
Hadirin menarik nafas. Tetapi suasana menekan perasaan justru tambah
menjadi-jadi setelah film berakhir, dan lampu dinyalakan diruang Press Club.
F. Pola Urutan
Antikimaks
Pola
urutan antiklimaks ini merupakan kebalikan dari pola urutan klimaks. Jadi, pola
urutan antiklimaks ini berangkat dari suatu yang paling intens menuju ke yang
intens sampai ke yang kurang intens. Dalam cerita rekaan (novel, cerpen,
drama), klimaks dan antiklimaks, dan setelah sampai pada puncaknya menuju ke
antiklimaksnya yang berupa penyelesaian.
G. Pola Urutan Khusus
Umum
Dalam
pola urutan khusus ke umum ini, penulis mula-mula mengungkapkankan
gagasan-gagasan suatu hal yang khusus, kemudian diungkapkan keumuman atau
rampatan generalisasinya. Contoh :
Manusia
adalah makhluk yang sedikit empedunya, dan panjang umurnya. Kuda juga sedikit
empedunya. Demikian juga keledai, dan binatang-binatang lainnya yang serupa
itu. Jadi, semua makhluk yang sedikit empedunya berumur panjang.
H. Pola Urutan Sebab – Akibat
Dalam
pola urutan ini, penulis mengungkapkan gagasannya bertolak dari suatu akibat
atau efek terdekat dari pernyataan itu. Contoh :
Kalau
kemarau tengah berlangsung, sinar matahari terasa menyengat di Pulau Kambing.
Selama empat bulan semua tumbuh-tumbuhan di pulau itu merangas. Angin meniup
daun-daunnya yang kering hingga rontok ke bumi. Dari kejauhan yang kelihatan
hanya rumah penduduk. Pada saat itu, orang berpunya yang mampu membuat bak
mandi dari semen mungkin masih menyimpan persediaan air hujan. Beberapa
penduduk datang ke sana sebagai pembeli. Lima ratus empat puluh tiga sumur yang
ada disana mengeluarkan air yang asinnya persis seperti air laut. Air itu tak
dapat diminum, ataupun digunakan untuk menanak nasi
I. Pola Urutan Tanya –
Jawab
Dalam
pola urutan tanya- jawab ini, penulis mula-mula mengemukakan gagasannya dalam
bentuk pertanyaan, kemudian diikuti dengan jawaban pertanyaan itu.Contoh :
Apa
saja yang penting untuk diperhatikan oleh seorang pemimpin diskusi agar
diskusinya dapat mencapai sasaran? Sesorang pemimpin diskusi hendaknya tidak
mendominasi jalannya diskusi. Dia bertanggung jawab mengatur agar diskusi
berjalan lancar menurut arah yang dikenhendakai pokok persoalan bersama, dan harus
menstimulir anggota diskusi untuk berpartisipasi, serta menjuruskan kearah
pemikiran. Dia pun harus mencegahadanya monopoli pembicaraan oleh seorang
peserta saja, dan kalau ada salah paham atau perbedaan pendapat harus
mengusahakan penyelesaiannya. Pada akhir diskusi, pemimpin diskusi harus
membuat ringkasan, kesimpulan atau hasil diskusi.
3.
Alinea Penutup
Alinea
ini merupakan kebulatan dari masalah-masalah yang dikemukakan pada bagian
wacana atau karanan sebelumnya. Alinea ini merupakan kebulatan dari
masalah-masalah yang dikemukakan pada bagian wacana atau karanan sebelumnya.
Selain itu alinea penutup juga harus mengandung kesimpulan yang benar-benar
mengakhiri uraian wacana atau karangan tersebut. Karena bertugas untuk
mengakhiri suatu wacana, maka alinea penutup yang baik ialah yang tidak terlalu
panjang, tetapi juga tidak terlalu pendek. Akan tetapi, alinea penutup harus
menimbulkan kesan tersendiri bagi para pembaca.
Paragraf
penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali
(untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang dianggap penting.
Contoh
alinea penutup yang berupa kesimpulan :
Media
cetak tergolong tertua kehadirannya di Indonesia dibandingkan dengan jenis
media lainya (radio, film, dan tv), seorang pembaca surat biasanya adalah
pendengar radio,dan penonton tv. Dengan demikian, media cetak mempunyai peranan
yang yang khas dalam penyampaian informasi. Bukan saja untuk menghidupkan
tradisi menulis, dan minat baca masyarakat, tetapi ia metupakan bagian
terpenting dalam penciptaan suasana kemasyarakatan yang dinamis, dan harmonis
dari keseluruhan sistem media komunikasi modern, baik diaderah pedesaan, dan
terlebih-lebih lagi di daerah perkotaan.
Contoh
alinea penutup yang berupa ringkasan :
Beberapa
hal yang dapat diringkaskan dari pengamatan di atas. Pertama, terdapat gejala
rendahnya mutu murid SD di seluruh Indonesia,yaitu murid SD tidak hanya mampu
mencapai 50 % standar pengetahuan yang diharapkan dapat dicapai oleh mereka.
Kedua, daerah-daerah dengan mutu murid SD yang lebih tinggi daripada rata-rata
nasional terletak di Indonesia bagian barat. Ketiga, ilmu pengetahuan alam adalah
ilmu yang paling parah diderita oleh semua murid SD, sedang matematika mrupakan
ilmu pengetahuan yang paling kaut mereka miliki. Keempat, rendahnya mutu murid
SD terjadi dalam jumlah murid yang naik dengan deras.
Contoh
alinea penutup yang berupa penekanan kembali hal-hal yang penting
Harus diakui bahwa
ketegasan di dalam menghadapi dan memecahkan secara tepat persoalan yang
menyangkut Pancasila itu merupakan faktor penting yang memungkinkan terwujudnya
stabilitas dan pembangunan nasional. Kejadian sejarah yang penuh ujian bagi
Pancasila kiranya akan membawa bangsa ini kedalam tataran yang lebih dalam, dan
lebih penting yaitu pengalaman, dan penghayatan Pancasila secara lebih mantap
lagi. Sesudah stabilitas nasional dapat diwujudkan, dan di dalam dasar itu
eksistensi bangsa dan negara ini mempunyai landasan yang sangat kuat, yaitu
Pancasila maksud dalam sikap dan hati nurani manusia-manusia Indonesia.
Contoh
alinea penutup yang berupa saran :
Demikianlah
peta bumi KMD. Jangkauan KMD sangat luas, meluputi sebagian besar rakya
Indonesia. Pemerintah dalam hal ini hanya sekedar memberi dorongan pada
pertumbuhan dan perkambangan pers nasional, khususnya yang terbit di
daerah-daerah. Selanjutnya para penerbit pers itu sendirilah yang harus bekerja
keras: menyusuri pantai,dan sungai-sungai, memasuki hutan-hutan, ngarai, dan
daerah-daerah pegunungan untukmmencapai masyarakat pedesaan yang menjadi
sasaran KMD.
Contoh
alinea penutup yang berupa harapan :
Mudah-mudahan
pedoman ini bermanfaat bagi usaha peningkatan sutau laporan hasil penelitian,
dan peningkatan koefisienan, serta keefektifan pengelolaan penelitian bahasa,
dan sastra. Dan untuk lebih dapat mewujudkan harapan ini, segera kritik, dan
saran para pemakai buku ini akan dimanfaatkan.
3. Macam-macam
paragraf berdasarkan isi
1. Eksposisi
Berisi
uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi.
Contoh:
Para
pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan
mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan
pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur
kini melejit sehingga harganya meningkat.
2. Argumentasi
Bertujuan
membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta konsep
sebagai alasan/ bukti. Contoh:
Sebagian
anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan
demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton
(1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan
untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya
anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak
sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang
kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter,
kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga
semakin terlihat di mana-mana.
3. Deskripsi
Berisi
gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat,
merasa atau mendengar hal tersebut. Contoh:
Gadis
itu menatap Doni dengan seksama. Hati Doni semakin gencar memuji gadis yang
mempesona di hadapanya. Ya, karena memang gadis didepannya itu sangat cantik.
Rambutnya hitam lurus hingga melewati garis pinggang. Matanya bersinar lembut
dan begitu dalam, memberikan pijar mengesankan yang misterius. Ditambah
kulitnya yang bersih, dagu lancip yang menawan,serta bibir berbelah, dia
sungguh tampak sempurna.
4. Persuasi
Karangan
ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.Contoh:
Dalam
diri setiap bangsa Indonesia harus tertanam nilai cinta terhadap sesama manusia
sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut di
antaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan
martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai sesama anggota masyarakat, kita harus mengembangkan sikap tolong-menolong
dan saling mencintai. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh
suasana kemanusian dan saling mencintai.
5. Narasi
Karangan
ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga membentuk alur
cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi.Contoh:
Jam
istirahat. Roy tengah menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati bekal
dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan,
mengernyitakan kening,tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali,seakan
diruang perpustakaan hanya ada dia.
C.
SYARAT PARAGRAF
A.
Kesatuan
yaitu semua
kalimat dalam paragraf itu secara bersama-sama mendukung satu ide
atau gagasan pokok. Jadi, tidak boleh ada kalimat sumbang atau menyimpang
dari pikiran utamanya.
B.
Koherensi
yaitu kepaduan
atau kekompakan hubungan antara kalimat satu dengan
kalimat lain dalam paragraf tersebut. Kepaduan kalimat dalam
suatu paragraf dapat dijalin dengan penanda hubungan, baik penanda hubungan
eksplisit maupun implisit.
C.
Pengembangan
yaitu
pengembangan ide atau gagasan dengan menggunakan kalimat-kalimat pendukung.
D.
Efektif
yaitu
disusun dengan menggunakan kalimat efektif sehingga ide bisa tersampaikan
dengan tepat.
D.
BAGIAN PENTING PARAGRAF
Disetiap alinea pasti ada kalimat yang saling berhubungan dengan kalimat
lainnya. Maka pada saat melakukan penulisan, kita harus memiliki dua buah
kalimat penting yaitu kalimat utama dan kalimat penjelas.
Kalimat
Pokok
Biasanya
diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah
maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau
gagasan dari sebuah paragraf.
Kalimat
Penjelas
Kalimat
penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail rincian
dari kalimat pokok suatu paragraf.
E.
FUNGSI PARAGRAF
Berikut
ini merupakan fungsi paragraf:
1.Mengekspresikan gagasan tertulis dengan memberi bentuk suatu pikiran dan
perasaan ke dalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis, dalam suatu
kesatuan.
2.Menandai peralihan (pergantian) gagasan baru bagi karangan yang terdiri
beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran.
3.Memudahkan pengorganisasian gagasan bagi penulis, dan memudahkan pemahaman
bagi pembacanya
4. Memudahkan pengembangan topik karangan ke dalam satuan-satuan unit
pikiran yang lebih kecil.
5. Memudahkan pengendalian variabel terutama karangan yang terdiri atas
beberapa variabel.
F.
UNSUR ALINEA
Alinea
adalah satu kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat kalimat yang
dipergunakan oleh pengarang sebagai alat untuk menyatakan dan menyampaikan
jalan pikirannya kepada para pembaca.Supaya pikiran tersebut dapat diterima
oleh pembaca,alinea harus tersusun secara logis-sistematis.Alat bantu untuk
menciptakan susunan logis-sistematis itu adalah unsur-unsur penyusun
alinea,seperti transisi (transition),kalimat topik (topic sentence),kalimat
pengembang (development sentence),dan kalimat penegas.
Kalimat-kalimat
yang membangun paragraf pada umumnya dapat diklasifikasikan atas dua macam,
yaitu (1) kalimat topik atau kalimat utama, dan (2) kalimat penjelas atau
kalimat pendukung.
Kalimat
topik atau kalimat utama, biasanya ditempatkan secara jelas sebagai kalimat
awal suatu paragraf. Kalimat utama ini kemudian dikembangkan dengan
sejumlahkalimat penjelas sehingga ide atau gagasan yang terkandung
kalam kalimat utama itu menjadi semakin jelas.
Ciri
kalimat topik adalah:
1. Mengandung permasalahan yang potensial
untuk dirinci atau diuraikan lebih lanjut
2. Merupakan kalimat lengkap yang dapat
berdiri sendiri
3. Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa
harus dihubungkan dengan kalimat lain
4. Dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung
dan frasa transisi.
Ciri
kalimat penjelas adalah:
1. (Dari segi arti) sering merupakan kalimat
yang tidak dapat berdiri sendiri.
2. Arti kalimat kadang-kadang baru jelas
setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam paragraf.
3. Pembentukannya sering memerlukan bantuan
kata sambung dan frasa transisi.
4. Isinya berupa rincian, keterangan,
contoh, dan data lain yang mendukung kalimat topik.
Kalimat-kalimat
penjelas atau kalimat-kalimat bawahan itu menjelaskan kalimat topikdengan empat
cara, yaitu:
1.Dengan ulangan, yaitu mengulang balik pikiran utama. Pengulangannya biasanya
menggunakan kata-kata lain yang bersamaan maknanya (sinonimnya).
2.Dengan pembedaan, yaitu dengan menunjukkan maksud yang dikandung oleh pikiran
utama dan menyatakan apa yang tidak terkandung oleh pikiran utama.
3.Dengan contoh, yaitu dengan memberikan contoh-contoh mengenai apa yang
dinyatakan dalam kalimat topik.
4.Dengan pembenaran, yaitu dengan menambahkan alasan-alasan untuk mendukung ide
pokok. Biasanya kalimat pembenaran itu diawali/disisipi kata “karena, sebab”.
G.
KESIMPULAN
Sesuai
dengan rumusan masalah, tujuan, dan pembahasan dalam makalah ini, maka dapat
ditarik kesimpulan:
1. Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk
bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Paragraf
atau alinea biasanya dibuat di baris baru dengan 5 spasi, sehingga tulisannya
terlihat menjorok ke dalam.
2. Paragraf terdiri atas kalimat topik atau
kalimat pokok dan kalimat penjelas atau kalimat pendukung.
3. Syarat-syarat penyusunan paragraf yang
baik itu ada 2, yaitu: kepaduan
bentuk[kohesif] dan kepaduan makna (koheren).
4. Pembagian jenis-jenis paragraf dapat di
bagi menjadi 2 :
a. Berdasarkan posisi kalimat topic yang
dibagi menjadi 3, yaitu: paragraf deduksi, induksi, dan campuran.
b. Berdasarkan sifat dan isinya yang dibagi
menjadi 4, yaitu: paragraf narasi, deskripsi, eksposisi, dan argumentasi.
Referensi
: