Kelompok 8: Dewi Tri Wahyuni
(22213304)
Nurul Pratiwi F (26213736)
Putri Andiny (26213995)
Rezki Febri R (27213530)
Ribka Tesalonika (27213585)
Judul : ANALISIS PENERAPAN PSAK
NO.10 TAHUN 2012 TERHADAP TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PT. BANK CENTRAL ASIA (BCA)
TBK.
Penulis : Andre Kevin Roring,
Jenny Morasa, Rudy Pusung.
Tujuan penelitian:
Untuk Menganalisis kebijakan dan
prosedur Penerapan yang dilakukan PT. Bank BCA Tbk. dalam Penerapan PSAK No.10
Tahun 2012 tentang Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing Serta Membandingkan
Perubahan apa yang terjadisetelah PSAK No. 10 Tahun 2012 diterapkan.
Latar belakang:
Sejalan dengan perkembangan
perekonomian global, kegiatan usaha antar Industri Jasa Keuangan akan semakin
terintegrasi dengan ditandai semakin kaburnya batasan produk-produk yang
dihasilkan. Selain itu, konglomerasi usaha jasa keuangan dan kemajuan inovasi
keuangan yang melahirkan berbagai produk keuangan yang semakin kompleks juga
menciptakan peluang bagi Pasar Modal untuk semakin meningkatkan perannya
sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global.
Pada tahun 2013 dalam laporan Departemen Keuangan Bappepam menyatakan perkembangan
perdagangan efek pada tahun 2013 dilihat dari faktor eksternal, perlambatan
ekonomi global berdampak pada penurunan kinerja bursa efek dikawasan regional
maupun global. pelemahan indiKator perekonomian pada indeks harga saham
gabungan terkoreksi dan bergerak fluktuatif.
Penurunan IHSG menjadi indikator
turunnya harga-harga saham di bursa. ketika pasar terkoreksi, bisa dipastikan
nilai asset investasi pemodal akan berkurang. Pengurangan bisa berakibat
berubahnya besaran alokasi asset di tiap-tiap instrument investasi. Sesuai
prinsip diverifikasi, investasi setiap pemodal tidak disarankan hanya
terkonsentrasi pada satu atau dua jenis instrument Pemulihan ekonomi dunia
masih bergantung pada perekonomian negara-negara berkembang terutama di Asia. Namun
demikian, beberapa negara berkembang juga menghadapi masalah menurunnya kinerja
ekspor akibat melemahnya kondisi perekonomian global. Kinerja perekonomian
global pada tahun 2013 berlangsung tidak sesuai harapan dan melemah
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi global menurun, hal
inilah yang menarik peneliti untuk meninjau dari segi kinerja pasar modal,
bermaksud meneliti bagaimana kinerja dan hungan korelasi pasar modal domestik
dengan pasar modal lainnya yang ada di Amerika dan Eropa serta negara Asia
lainnya.
Tinjauan teoritis
Konsep Transaksi Mata Uang Asing
Pengertian Translasi (Translation) adalah proses pernyataan kembali informasi
laporan keuangan dari satu mata uang ke mata uang lain. Translasi mata uang
asing adalah proses pelaporan informasi keuangan dari satu mata uang ke mata
uang lainnya. Translasi mata uang asing dilakukan untuk mempersiapkan laporan
keuangan gabungan yang memberikan laporan pada pembaca informasi mengenai
operasional perusahaan secara global, dengan memperhitungkan laporan keuangan
mata uang asing dari anak perusahaan terhadap mata uang asing induk perusahaan.
Tiga alasan tambahan dilakukannya translasi mata uang asing, yaitu:
1. Mencatat transaksi mata uang asing;
2. Memperhitungkan efeknya perusahaan
terhadap translasi mata uang; dan
3. Berkomunikasi dengan peminat saham
asing.
Pedoman Akuntansi Perbankan
Indonesia /PAPI (2008) menyatakan Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke
dalam Rupiah dengan menggunakan Kurs laporan (penutupan) yang ditetapkan oleh
Bank Indonesia, yaitu Kurs tengah yang merupakan rata-rata Kurs beli dan Kurs
jual berdasarkan Reuters pada pukul ISSN 2303-1174 A.K. Roring., J. Morasa., R.
Pusung. Analisis Penerapan PSAK…. Jurnal EMBA 345 Vol.2 No.4 Desember 2014,
Hal. 343-353 16.00 WIB setiap hari. Dalam melakukan pencatatan Transaksi mata
uang asing terdapat dua metode yang dapat digunakan yaitu:
1. Single currency (satu jenis mata uang);
2. Multi currency (lebih dari satu jenis
mata uang).
Metode Penelitian
Data Kualitatif dapat diartikan
metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk
meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai
instrument kunci, pengambil sampel sumber data dilakukan secara purposive dan
snowball, teknik pengumpulan data dengan trianggulasi, analisis data bersifat
induktif/kualitatif dan hasil penelitian leibh menekankan makna dari pada
generalisasi. Dalam penelitian ini, data kualitatif adalah data yang disajikan
depskriptif atau berbentuk uraian berupa sejarah dan latar belakang Bank, visi,
misi dan tata nilai Bank, dan Catatan tentang Penerapan PSAK No. 10 Tahun 2012
Pada Bank BCA KCU Manado. Dalam penelitian ini data kuantitatif yang digunakan
adalah berupa Laporan Tahunan Bank BCA Tbk. Tahun 2013.
Pembahasan
Penentuan Mata uang Fungsional
oleh Bank BCA berdasarkan PSAK No.10 Tahun 2012 Bank BCA melakukan pertimbangan
dalam menetukan mata uang Fungsional dengan memperhatikan hirarki indikator
dalam penentuan suatu mata uang Fungsional yang dijelaskan dalam PSAK No.10
Tahun 2012.
1. Mata uang untuk dana dari aktifitas
pendanaan dihasilkan (antara lain penerbitan instrumen utang dan instrumen
ekuitas).
2. Mata Uang untuk penerimaan dari
aktifitas operasi pada umumnya ditahan.
Kantor wilayah dan cabang
termasuk BCA KCU Manado bertanggung jawab dalam pengelolaan Valuta Asing di
wilayah/cabang masing-masing sesuai dengan limit yang telah ditetapkan. pada
prinsipnya transaksi valuta asing di wilayah/cabang harus di-cover ke divisi
tresuri. Berdasarkan penjelasan tersebut, aktivitas bank telah memenuhi
faktor-faktor utama atas hirarki dalam menentukann mata uang Fungsional, maka
bank mengesampingkan faktor-faktor lainnya menentukan mata uang Rupiah sebagai
mata uang Fungsional. Kebijakan Perusahaan dalam menentukan Rupiah sebagai mata
uang Fungsional, yang sesuai dengan PSAK No. 10 Tahun 2012 tentang pengaruh
Kurs Valuta Asing akan berdampak signifikan terhadap selisih Kurs yang diakui
oleh Bank. Selisih Kurs yang terjadi adalah dari transaksi dalam mata uang
asing dalam penjabaran kedalam laporan keuangan Bank.
Pencatatan Transaksi Bank BCA
setelah Penerapan PSAK No. 10 Tahun 2012
Pencatatan Tranaksi Bank dari
awal pendirian hingga akhir tahun 2013 menggunakan Metode Single Currency
dimana seluruh biaya dan pendapatan mata uang asing dicatat dalam mata uang
Rupiah seperti yang telah di jelaskan sebelumnya sama seperti penerapan mata
uang fungsional yang tetap menggunakan mata uang rupiah beserta proses
pengukuran kembali pada laporan keuangan per 31 desember 2012 dan 2013. Bank
melakukan pencatatatan menggunakan mata uang yang sama dengna mata uang
Fungsional, yaitu Rupiah. Hal tersebut sesuai dengan PSAK No.10 (2012) tentang
Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing yang menjelaskan bahwa mata uang
pencatatan disamakan dengan mata uang Fungsional. Pencatatan transaksi dengan
menggunakan mata uang fungsional memberikan manfaat bagi Bank yaitu dapat
memperkecil nilai selisih Kurs.
Kesimpulan
PT. Bank Central Asia (BCA) Tbk.
dalam menerapakan PSAK No.10 Tahun 2012 tentang Pengaruh Perubahan Kurs Valuta
asing telah menerapkan kebijakan-kebijakan yang mendukung Penerapan PSAK No. 10
Tahun 2012 dalam Kegiatan aktivitas bank sesuai Standar Akuntansi yang berlaku,
dalam hal ini Bank melakukan analisis-analisis untuk melihat Kebijakan
Penerapan PSAK No.10 Tahun 2012 yang dibagi menjadi beberapa bagian yaitu
dilihat dari penentuan mata uang Fungsional, pengukuran pos moneter dan pos
non-moneter, dan penyajian kembali laporan keuangan setelah diterapkan PSAK No.
10 Tahun 2012.
Sumber :
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=273848&val=1025&title=ANALISIS%20PENERAPAN%20PSAK%20NO.10%20%20TAHUN%202012%20TERHADAP%20TERHADAP%20LAPORAN%20KEUANGAN%20PT.%20BANK%20CENTRAL%20ASIA%20(BCA)%20TBK.