Senin, 01 Mei 2017

REVIEW JURNAL AKUNTANSI KOMPERATIF AMERIKA DAN ASIA

    Kelompok 8: Dewi Tri Wahyuni (22213304)
                        Nurul Pratiwi F    (26213736)
                           Putri Andiny           (26213995)
                         Rezki Febri R        (27213530)
                         Ribka Tesalonika  (27213585)

Judul : Analisis Komparasi Kinerja Pasar Modal Di Indonesia, Hongkong, China, Inggris Dan Amerika

Penulis : Yulein Rahamis

Tujuan penelitian:
Meneliti bagaimana kinerja dan hungan korelasi pasar modal domestik dengan pasar modal lainnya yang ada di Amerika dan Eropa serta negara Asia lainnya.

Latar belakang:
Sejalan dengan perkembangan perekonomian global, kegiatan usaha antar Industri Jasa Keuangan akan semakin terintegrasi dengan ditandai semakin kaburnya batasan produk-produk yang dihasilkan. Selain itu, konglomerasi usaha jasa keuangan dan kemajuan inovasi keuangan yang melahirkan berbagai produk keuangan yang semakin kompleks juga menciptakan peluang bagi Pasar Modal untuk semakin meningkatkan perannya sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global. Pada tahun 2013 dalam laporan Departemen Keuangan Bappepam menyatakan perkembangan perdagangan efek pada tahun 2013 dilihat dari faktor eksternal, perlambatan ekonomi global berdampak pada penurunan kinerja bursa efek dikawasan regional maupun global. pelemahan indiKator perekonomian pada indeks harga saham gabungan terkoreksi dan bergerak fluktuatif.
Penurunan IHSG menjadi indikator turunnya harga-harga saham di bursa. ketika pasar terkoreksi, bisa dipastikan nilai asset investasi pemodal akan berkurang. Pengurangan bisa berakibat berubahnya besaran alokasi asset di tiap-tiap instrument investasi. Sesuai prinsip diverifikasi, investasi setiap pemodal tidak disarankan hanya terkonsentrasi pada satu atau dua jenis instrument Pemulihan ekonomi dunia masih bergantung pada perekonomian negara-negara berkembang terutama di Asia. Namun demikian, beberapa negara berkembang juga menghadapi masalah menurunnya kinerja ekspor akibat melemahnya kondisi perekonomian global. Kinerja perekonomian global pada tahun 2013 berlangsung tidak sesuai harapan dan melemah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi global menurun, hal inilah yang menarik peneliti untuk meninjau dari segi kinerja pasar modal, bermaksud meneliti bagaimana kinerja dan hungan korelasi pasar modal domestik dengan pasar modal lainnya yang ada di Amerika dan Eropa serta negara Asia lainnya.

Tinjauan teoritis
Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan indeks harga saham menurut Pandana et al (2009:2) yaitu: Faktor domestik, faktor asing, dan faktor aliran modal ke Indonesia. Faktor domestik yang dapat berpengaruh terhadap indeks saham berupa factor-faktor fundamental suatu negara seperti inflasi, pendapatan nasional, jumlah uang yang beredar, suku bunga, maupun nilai tukar Rupiah. Berbagai faktor fundamental tersebut dianggap dapat berpengaruh pada ekspektasi investor yang akhirnya berpengaruh pada pergerakan indeks. Faktor asing merupakan salah satu implikasi dari bentuk globalisasi dan semakin terintegrasinya pasar modal diseluruh dunia. Kondisi ini memungkinkan timbulnya pengaruh dari bursa-bursa maju terhadap bursa yang sedang berkembang.

Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif. Penelitian dilakukan di Bursa Efek Indonesia (IDX), Shenyang Commercial City, Hongkong Stock Exchange, London Stock Exchange dan Nasdaq Composite. Waktu penelitian bulan Januari 2013 – Maret 2013.
Metode yang digunakan adalah riset kepustakaan (library research) tehnik pengambilan data adalah  dokumenter yaitu dengan cara mengunduh dihttp://finance.yahoo.com/

Pembahasan
Pada analisis tambahan yakni dari tingkat korelasi yang ditunjukan dari lima pasar modal tersebut dari ditemukan hasil bahwa :
1.      Pasar modal Indonesia dan Pasar Modal Negara-negara berkembang sepertiHongkong, China memilki tingkat korelasi yang sangat lemah.
2.      Pasar Modal Indonesia dan Pasar modal dari Negara-negara yang sudah berkembang seperti Inggris dan Amerika memilki tingkat korelasi yang sangat kuat
Hal ini dikarenakan pasar modal yang tergolong maju seperti Amerika dan Inggris memilki pengaruh yang kuat terhadap pasar modal di Negara lain, efek penularan (contagion effect) tersebut menyebabkan terjadinya hubungan atau interakasi pasar modal yang membentuk suatu integrasi pasar modal

Kesimpulan
Hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) Dengan menggunakan Uji Beda Anova diukur melalui IHSG pasar modal Indonesia, China, Hogkong, Inggris dan Amerika sinifikan artinya ada perbedaan kinerja pasar modal. (2) Dengan menggunakan Uji Beda Anova, diukur Return Market Pasar modal Indonesia, China, Hongkong, Inggris da Amerika,tidak signifikan artinya tidak ada perbedaan kinerja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar