Kelompok 8: Dewi Tri Wahyuni
(22213304)
Nurul Pratiwi F (26213736)
Putri Andiny (26213995)
Rezki Febri R (27213530)
Ribka Tesalonika (27213585)
Judul : Analisis Komparasi
Kinerja Pasar Modal Di Indonesia, Hongkong, China, Inggris Dan Amerika
Penulis : Yulein Rahamis
Tujuan penelitian:
Meneliti bagaimana kinerja dan
hungan korelasi pasar modal domestik dengan pasar modal lainnya yang ada di
Amerika dan Eropa serta negara Asia lainnya.
Latar belakang:
Sejalan dengan perkembangan
perekonomian global, kegiatan usaha antar Industri Jasa Keuangan akan semakin
terintegrasi dengan ditandai semakin kaburnya batasan produk-produk yang
dihasilkan. Selain itu, konglomerasi usaha jasa keuangan dan kemajuan inovasi
keuangan yang melahirkan berbagai produk keuangan yang semakin kompleks juga
menciptakan peluang bagi Pasar Modal untuk semakin meningkatkan perannya
sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global.
Pada tahun 2013 dalam laporan Departemen Keuangan Bappepam menyatakan
perkembangan perdagangan efek pada tahun 2013 dilihat dari faktor eksternal,
perlambatan ekonomi global berdampak pada penurunan kinerja bursa efek
dikawasan regional maupun global. pelemahan indiKator perekonomian pada indeks
harga saham gabungan terkoreksi dan bergerak fluktuatif.
Penurunan IHSG menjadi indikator
turunnya harga-harga saham di bursa. ketika pasar terkoreksi, bisa dipastikan
nilai asset investasi pemodal akan berkurang. Pengurangan bisa berakibat
berubahnya besaran alokasi asset di tiap-tiap instrument investasi. Sesuai
prinsip diverifikasi, investasi setiap pemodal tidak disarankan hanya
terkonsentrasi pada satu atau dua jenis instrument Pemulihan ekonomi dunia
masih bergantung pada perekonomian negara-negara berkembang terutama di Asia.
Namun demikian, beberapa negara berkembang juga menghadapi masalah menurunnya
kinerja ekspor akibat melemahnya kondisi perekonomian global. Kinerja
perekonomian global pada tahun 2013 berlangsung tidak sesuai harapan dan
melemah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi global menurun,
hal inilah yang menarik peneliti untuk meninjau dari segi kinerja pasar modal,
bermaksud meneliti bagaimana kinerja dan hungan korelasi pasar modal domestik
dengan pasar modal lainnya yang ada di Amerika dan Eropa serta negara Asia
lainnya.
Tinjauan teoritis
Faktor-faktor yang mempengaruhi
pergerakan indeks harga saham menurut Pandana et al (2009:2) yaitu: Faktor
domestik, faktor asing, dan faktor aliran modal ke Indonesia. Faktor domestik
yang dapat berpengaruh terhadap indeks saham berupa factor-faktor fundamental
suatu negara seperti inflasi, pendapatan nasional, jumlah uang yang beredar,
suku bunga, maupun nilai tukar Rupiah. Berbagai faktor fundamental tersebut
dianggap dapat berpengaruh pada ekspektasi investor yang akhirnya berpengaruh
pada pergerakan indeks. Faktor asing merupakan salah satu implikasi dari bentuk
globalisasi dan semakin terintegrasinya pasar modal diseluruh dunia. Kondisi
ini memungkinkan timbulnya pengaruh dari bursa-bursa maju terhadap bursa yang
sedang berkembang.
Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah
penelitian komparatif. Penelitian dilakukan di Bursa Efek Indonesia (IDX),
Shenyang Commercial City, Hongkong Stock Exchange, London Stock Exchange dan
Nasdaq Composite. Waktu penelitian bulan Januari 2013 – Maret 2013.
Metode yang digunakan adalah
riset kepustakaan (library research) tehnik pengambilan data adalah
dokumenter yaitu dengan cara mengunduh dihttp://finance.yahoo.com/
Pembahasan
Pada analisis tambahan yakni dari
tingkat korelasi yang ditunjukan dari lima pasar modal tersebut dari ditemukan
hasil bahwa :
1. Pasar modal Indonesia dan Pasar Modal
Negara-negara berkembang sepertiHongkong, China memilki tingkat korelasi yang
sangat lemah.
2. Pasar Modal Indonesia dan Pasar modal
dari Negara-negara yang sudah berkembang seperti Inggris dan Amerika memilki
tingkat korelasi yang sangat kuat
Hal ini dikarenakan pasar modal
yang tergolong maju seperti Amerika dan Inggris memilki pengaruh yang kuat terhadap
pasar modal di Negara lain, efek penularan (contagion effect) tersebut
menyebabkan terjadinya hubungan atau interakasi pasar modal yang membentuk
suatu integrasi pasar modal
Kesimpulan
Hasil penelitian, dapat
disimpulkan bahwa: (1) Dengan menggunakan Uji Beda Anova diukur melalui IHSG
pasar modal Indonesia, China, Hogkong, Inggris dan Amerika sinifikan artinya
ada perbedaan kinerja pasar modal. (2) Dengan menggunakan Uji Beda Anova,
diukur Return Market Pasar modal Indonesia, China, Hongkong, Inggris da
Amerika,tidak signifikan artinya tidak ada perbedaan kinerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar