Senin, 01 Mei 2017

REVIEW JURNAL AKUNTANSI TRANSAKSI MATA UANG ASING

Kelompok 8: Dewi Tri Wahyuni (22213304)
                     Nurul Pratiwi F    (26213736)
                        Putri Andiny           (26213995)
                       Rezki Febri R        (27213530)
                       Ribka Tesalonika  (27213585)

Judul : ANALISIS PENERAPAN PSAK NO.10 TAHUN 2012 TERHADAP TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PT. BANK CENTRAL ASIA (BCA) TBK.

Penulis : Andre Kevin Roring, Jenny Morasa, Rudy Pusung.

Tujuan penelitian:
Untuk Menganalisis kebijakan dan prosedur Penerapan yang dilakukan PT. Bank BCA Tbk. dalam Penerapan PSAK No.10 Tahun 2012 tentang Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing Serta Membandingkan Perubahan apa yang terjadisetelah PSAK No. 10 Tahun 2012 diterapkan.

Latar belakang:
Sejalan dengan perkembangan perekonomian global, kegiatan usaha antar Industri Jasa Keuangan akan semakin terintegrasi dengan ditandai semakin kaburnya batasan produk-produk yang dihasilkan. Selain itu, konglomerasi usaha jasa keuangan dan kemajuan inovasi keuangan yang melahirkan berbagai produk keuangan yang semakin kompleks juga menciptakan peluang bagi Pasar Modal untuk semakin meningkatkan perannya sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global. Pada tahun 2013 dalam laporan Departemen Keuangan Bappepam menyatakan perkembangan perdagangan efek pada tahun 2013 dilihat dari faktor eksternal, perlambatan ekonomi global berdampak pada penurunan kinerja bursa efek dikawasan regional maupun global. pelemahan indiKator perekonomian pada indeks harga saham gabungan terkoreksi dan bergerak fluktuatif.
Penurunan IHSG menjadi indikator turunnya harga-harga saham di bursa. ketika pasar terkoreksi, bisa dipastikan nilai asset investasi pemodal akan berkurang. Pengurangan bisa berakibat berubahnya besaran alokasi asset di tiap-tiap instrument investasi. Sesuai prinsip diverifikasi, investasi setiap pemodal tidak disarankan hanya terkonsentrasi pada satu atau dua jenis instrument Pemulihan ekonomi dunia masih bergantung pada perekonomian negara-negara berkembang terutama di Asia. Namun demikian, beberapa negara berkembang juga menghadapi masalah menurunnya kinerja ekspor akibat melemahnya kondisi perekonomian global. Kinerja perekonomian global pada tahun 2013 berlangsung tidak sesuai harapan dan melemah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi global menurun, hal inilah yang menarik peneliti untuk meninjau dari segi kinerja pasar modal, bermaksud meneliti bagaimana kinerja dan hungan korelasi pasar modal domestik dengan pasar modal lainnya yang ada di Amerika dan Eropa serta negara Asia lainnya.
Tinjauan teoritis

Konsep Transaksi Mata Uang Asing Pengertian Translasi (Translation) adalah proses pernyataan kembali informasi laporan keuangan dari satu mata uang ke mata uang lain. Translasi mata uang asing adalah proses pelaporan informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Translasi mata uang asing dilakukan untuk mempersiapkan laporan keuangan gabungan yang memberikan laporan pada pembaca informasi mengenai operasional perusahaan secara global, dengan memperhitungkan laporan keuangan mata uang asing dari anak perusahaan terhadap mata uang asing induk perusahaan. Tiga alasan tambahan dilakukannya translasi mata uang asing, yaitu:
1.       Mencatat transaksi mata uang asing;
2.       Memperhitungkan efeknya perusahaan terhadap translasi mata uang; dan
3.       Berkomunikasi dengan peminat saham asing.

Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia /PAPI (2008) menyatakan Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan Kurs laporan (penutupan) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, yaitu Kurs tengah yang merupakan rata-rata Kurs beli dan Kurs jual berdasarkan Reuters pada pukul ISSN 2303-1174 A.K. Roring., J. Morasa., R. Pusung. Analisis Penerapan PSAK…. Jurnal EMBA 345 Vol.2 No.4 Desember 2014, Hal. 343-353 16.00 WIB setiap hari. Dalam melakukan pencatatan Transaksi mata uang asing terdapat dua metode yang dapat digunakan yaitu:
1.      Single currency (satu jenis mata uang);
2.      Multi currency (lebih dari satu jenis mata uang).

 Metode Penelitian
Data Kualitatif dapat diartikan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambil sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan data dengan trianggulasi, analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian leibh menekankan makna dari pada generalisasi. Dalam penelitian ini, data kualitatif adalah data yang disajikan depskriptif atau berbentuk uraian berupa sejarah dan latar belakang Bank, visi, misi dan tata nilai Bank, dan Catatan tentang Penerapan PSAK No. 10 Tahun 2012 Pada Bank BCA KCU Manado. Dalam penelitian ini data kuantitatif yang digunakan adalah berupa Laporan Tahunan Bank BCA Tbk. Tahun 2013.

Pembahasan
Penentuan Mata uang Fungsional oleh Bank BCA berdasarkan PSAK No.10 Tahun 2012 Bank BCA melakukan pertimbangan dalam menetukan mata uang Fungsional dengan memperhatikan hirarki indikator dalam penentuan suatu mata uang Fungsional yang dijelaskan dalam PSAK No.10 Tahun 2012.

1.       Mata uang untuk dana dari aktifitas pendanaan dihasilkan (antara lain penerbitan instrumen utang dan instrumen ekuitas).
2.       Mata Uang untuk penerimaan dari aktifitas operasi pada umumnya ditahan.

Kantor wilayah dan cabang termasuk BCA KCU Manado bertanggung jawab dalam pengelolaan Valuta Asing di wilayah/cabang masing-masing sesuai dengan limit yang telah ditetapkan. pada prinsipnya transaksi valuta asing di wilayah/cabang harus di-cover ke divisi tresuri. Berdasarkan penjelasan tersebut, aktivitas bank telah memenuhi faktor-faktor utama atas hirarki dalam menentukann mata uang Fungsional, maka bank mengesampingkan faktor-faktor lainnya menentukan mata uang Rupiah sebagai mata uang Fungsional. Kebijakan Perusahaan dalam menentukan Rupiah sebagai mata uang Fungsional, yang sesuai dengan PSAK No. 10 Tahun 2012 tentang pengaruh Kurs Valuta Asing akan berdampak signifikan terhadap selisih Kurs yang diakui oleh Bank. Selisih Kurs yang terjadi adalah dari transaksi dalam mata uang asing dalam penjabaran kedalam laporan keuangan Bank.

Pencatatan Transaksi Bank BCA setelah Penerapan PSAK No. 10 Tahun 2012
Pencatatan Tranaksi Bank dari awal pendirian hingga akhir tahun 2013 menggunakan Metode Single Currency dimana seluruh biaya dan pendapatan mata uang asing dicatat dalam mata uang Rupiah seperti yang telah di jelaskan sebelumnya sama seperti penerapan mata uang fungsional yang tetap menggunakan mata uang rupiah beserta proses pengukuran kembali pada laporan keuangan per 31 desember 2012 dan 2013. Bank melakukan pencatatatan menggunakan mata uang yang sama dengna mata uang Fungsional, yaitu Rupiah. Hal tersebut sesuai dengan PSAK No.10 (2012) tentang Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing yang menjelaskan bahwa mata uang pencatatan disamakan dengan mata uang Fungsional. Pencatatan transaksi dengan menggunakan mata uang fungsional memberikan manfaat bagi Bank yaitu dapat memperkecil nilai selisih Kurs.
Kesimpulan

PT. Bank Central Asia (BCA) Tbk. dalam menerapakan PSAK No.10 Tahun 2012 tentang Pengaruh Perubahan Kurs Valuta asing telah menerapkan kebijakan-kebijakan yang mendukung Penerapan PSAK No. 10 Tahun 2012 dalam Kegiatan aktivitas bank sesuai Standar Akuntansi yang berlaku, dalam hal ini Bank melakukan analisis-analisis untuk melihat Kebijakan Penerapan PSAK No.10 Tahun 2012 yang dibagi menjadi beberapa bagian yaitu dilihat dari penentuan mata uang Fungsional, pengukuran pos moneter dan pos non-moneter, dan penyajian kembali laporan keuangan setelah diterapkan PSAK No. 10 Tahun 2012. 


Sumber  : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=273848&val=1025&title=ANALISIS%20PENERAPAN%20PSAK%20NO.10%20%20TAHUN%202012%20TERHADAP%20TERHADAP%20LAPORAN%20KEUANGAN%20PT.%20BANK%20CENTRAL%20ASIA%20(BCA)%20TBK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar